Kamu tau, sejak kamu
datang ke dalam hidupku, semuanya mulai menjadi kacau..
Kekacauan itu dimulai sejak perkenalan kita pertama kalinya
lewat pesan singkat. Dan kekacauan itu berlanjut sejak setiap hari pesan
singkatmu mengisi ponselku, dan bersamaan dengan itu kurasa kehadiran mu juga
mulai mengisi hatiku, hari-hariku :)
Bukan, bukan aku tak senang dengan kehadiranmu, aku hanya
tak terlalu nyaman dengan perasaanku sendiri. Perasaanku yang semula tenang,
tak ada yang special, tak ada masalah yang terlalu besar yang membuatku menjadi
kacau. Tetapi kamuu! Ya kamu, kamu tiba-tiba saja membuat hatiku kacau balau,
terlalu banyak perasaan di sana.
aku merasakan bahagia, saat bersama kamu, saat membaca pesan
darimu, bahkan hanya saat ada seseorang yang menyebut namamu. Tapi disaat yang
bersamaan aku merasakan hal aneh dalam diriku, aku cemburu! Tanpa sengaja aku
menemukan perbincangan mu dengan seseorang di masa lalumu. Aku ingin menutup
mata, berpura-pura tidak tahu bahwa kamu sangat menyayanginya dulu. Tapi entah
kenapa otak dan tanganku tiba-tiba saja tak sinkron. Aku membuka blognya, ya
aku membaca semua kisah kalian. Aku bisa merasakan lewat tulisan-tulisan itu
betapa kamu menyayanginya dulu. Mungkin aku tidak bisa menyebut kata “dulu” di
perkataanku sebelumnya, karna nyatanya aku masih belum tahu apakah perasaanmu
masih tetap sama atau sudah berubah. Aku mulai tersiksa oleh kekacauan yang
terjadi di hatiku! Aku menginginkan kamu, tapi aku juga takut. Aku takut bahwa
sebenarnya kebersamaan kita yang baru berjalan singkat ini tidak berarti
untukmu. Aku hanya tak ingin menjadi seorang yang dianggap gampangan, seseorang
yang kau anggap mengganggu apabila aku selalu mencari tahu keberadaan mu,
menginginkan kamu. Tapi bukankah cinta tak mengenal waktu? Tak menghitung seberapa
lama kita sudah mulai mengenal? Mungkin ini hanya salah satu dari pembelaanku.
Kekacauan itu mulai muncul, aku sudah tak seperti aku yang dulu. Aku
menginginkan kamu , aku bahagia, aku cemburu, aku takut, aku marah, aku sedih,
aku benar-benar bingung. Aku tak tahu, semuanya bercampur menjadi satu. Ini
semua hanya karna kamu. Aku sudah tak bisa seperti dulu, aku sudah tidak bisa
mengendalikan perasaanku. Kini aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, kamu
mulai berubah, mungkin ini hanya perasaanku, tapi aku mulai merasakan kamu
tidak tertarik padaku. Perbincangan kita sudah mulai tak berarti buatmu,
mungkin, aku juga tak tahu. Aku ragu, aku berharap hal indah akan terjadi. Aku hanya
bisa menunggu apa yang akan terjadi, aku benci menjadi lemah begini! Hari ini
aku tidak akan mencarimu, aku hanya ingin tahu apakah kamu mencariku? Apakah kamu
akan kehilanganku? Mungkin apabila hari ini tak ada kabar, aku akan menjadi
biasa terhadapmu. Aku berharap begitu.
Aku merindukanmu Bulanku:)
No comments:
Post a Comment