Hai June,
Saat ini aku sedang merindukan kamu. Menyesal karna pernah
meninggalkan kisah kita. Aku ingin menyatakan semuanya , yang mungkin terdengar
gila, tapi aku takut akan pengabaian mu :( Aku rindu kamu yang memanggil namaku
dengan suaramu yang masih sering aku dengar .
Aku rindu kamu juni !
Bisa kah kamu lihat bahwa aku sedang berusaha membuatmu
kembali mencintaiku, saat dirimu memberikan sedikit harapan aku sempat merasa
bahagia yang teramat sangat , walau dlm detik berikutnya aku kembali menderita
sakit karna diabaikan.
Aku menyadari perubahan dirimu yang dulu dengan yang
sekarang, kamu yang dulu bergumul dalam doa untukku, tapi kali ini sudah tidak
begitu. Kalo begitu kali ini biar aku yang berdoa untuk kamu , biar aku yang
berjuang , biar aku yang bergumul dlm doa tentang kamu :)
Ingin rasanya mengajakmu bicara lebih dulu, menyapamu walau
sekadar basa-basi. Ah, tapi... aku tak seberani itu. Aku terkadang berfikir,
apakah seperti ini sikap ku yang dlu mengabaikanmu?
Menyesal , menangis . Aku tahu smua itu tak ada gunanya .
Namun menangis cara terbaik menjelaskan perasaan tanpa kata ², Karna saat mengingat
tak ada lagi kamu rasanya hampa . Tapi bukan kah hampa itu berarti tidak ada
apa ² ? Kenapa kali ini rasanya begitu perih ?
Aku takut memulai. Takut diabaikan usahaku, takut dianggap
enteng pengorbananku, takut kauanggap bukan siapa-siapa."
Aku ingin menunggu
kamu, mungkin aku akan berhenti saat aku sudah tak sanggup lagi menunggu :)
Seandainya kamu tahu. Aku hanya ingin kamu kembali. Supaya
kamu sadar, saya mencintaimu. Supaya kamu tahu, saya memerhatikanmu.
"You're all I need, lebih indah, love is you, because
of you, lagu rindu" I miss you :)
I hate wondering if you ever miss me June
Let me wait , please. I don’t know where I have the strenght
to stand if it’s not because of you, memory of you June (17 Januari 2013)
No comments:
Post a Comment