Tingg!!
Aku mengecek twitter ku, ternyata itu bunyi DM kamu. Kamu yang
belum mengenalku walaupun aku sudah mengetahui sedikit hal tentang kamu.
“Hai, boleh minta Pin ga?” begitu isinya.
Tanpa berfikir panjang aku memberikan Pin BB ku, karna jujur
aku mengagumimu saat suatu kali kamu pernah menjadi pengajar di salah satu
kegiatan sekolahku.
Pembicaraan kita bermula dari perkenalan lalu berlanjut
menjadi percakapan sehari-hari. Saat itu aku baru saja berpisah dengan
seseorang yang aku tahu bahwa aku menyayangi nya, tapi entah mengapa karna
kehadiranmu, semuanya menjadi lebih indah. Tak terlalu teraa sakit yang
sebelumnya aku rasakan. Mungkin kamu adalah jawaban Tuhan atas doaku, doa agar
Dia mau mengirimkan seseorang yang akan menemani ku seumur hidup, karna
walaupun saat itu aku baru berumur 18 th aku tak pernah menganggap sebuah
hubungan adalah untuk bermain-main.
Seminggu berlalu aku mulai mengenalmu dengan baik. Kamu
menuntunku untuk rajin ke gereja. Setiap pagi kamu mengirimi aku makanan untuk
tubuh Rohaniku, entah bagaimana kamu bisa bangun sepagi itu, bahkan disaat aku
masih terlelap. Sedikit demi sedikit aku mulai merasa kita bertambah dekat, aku
menyayangi nya mungkin. Kamu tahu mengenai mantanku, bahkan kamu tidak keberatan
walaupun hubungan kita bisa dibilang dekat, aku masih berhubungan dengan
mantanku itu, tidakkah kamu cemburu? Waktu berlalu begitu cepat, mulai hadir
dalam hatimu rasa yang lain terhadapku, aku mengetahuinya, sungguh. Bukan aku
bermaksud mengabaikan nya tapi sudah kukatakan masih ada dia dalam hatiku
bukan?
Mengapa kamu begitu bodoh!! Seharusnya kamu tak perlu begitu
menyayangi aku yang bahkan masih mencintai orang lain, mengapa kamu harus
menangis didepanku? Oke, aku merasa kamu adalah satu-satunya laki” yang bisa
kuandalkan, satu-satunya tempat dimana aku tak perlu khawatir menceritakan
semua hal karna aku tahu kamu bisa dipercaya. Kita resmi jadian, entah tanggal
berapa di bulan juni 2012 dan entah pukul berapa malam. See? Betapa bodohnya
kamu pernah mencintaiku, aku yang bahkan tak ingat kapan kita jadian!
Aku tak bisa selamanya berpura-pura, maafkan aku. Aku tak
bermaksud menyakiti siapapun, sungguh. Saat itu aku hanya berfikir untuk
benar-benar meninggalkan semuanya, aku tak mau menyakiti mu lebih lama lagi,
karna aku tahu betapa dalamnya perasaan sayangmu padaku, nyata aku rasakan. Tapi
kamu juga tahu masih ada dia, aku tak mau menyakiti kamu lebih dalam lagi.
Saat itu aku putuskan untuk berhenti menyakitimu, membohongimu,
berpura-pura hubungan kita baik-baik saja. Apakah ini namanya selingkuh? Aku rasa
bukan, aku hanya ingin menghentikan sikap egoisku pada kamu. Aku memilih untuk
sendiri sampai aku bisa benar benar melupakan dia, saat itu aku akan kembali
padamu.
Aku tahu kamu selalu berusaha membuatku tersenyum, bahkan
saat aku tahu bahwa kamu menangis. Kamu selalu berusaha memberikan yang terbaik
untukku bahkan disaat aku tidak bisa memberikanmu sedikitpun rasa bahagia. Bagiku
kamu adalah bagian terindah yang pernah mampir dalam hari-hariku, walaupun aku
tahu apa yang bisa kau dapatkan dariku hanya rasa sakit karna aku tidak bisa
mencintaimu sedalam cinta mu padaku. Sungguh! Kamu adalah pria yang terbaik,
tersabar, dan paling berpengaruh dalam hidupku. Kamu juga adalah pria yang
paling bodoh karna pernah mencintaiku. Aku berharap kamu mau menunggu ku
kembali, pulang kedalam hatimu.
Untuk kamu lelaki yang begitu bodoh karena mencintaiku,
berjuta maaf karna kamu harus mengenalku. (13/09/2012)
No comments:
Post a Comment