Thursday, 12 September 2013

Pencil & Life

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.

"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?"

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,

"Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini, yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek berharap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti."

Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek karena dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.

"Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si cucu

Si nenek kemudian menjawab " Semua itu tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini memiliki 5 kualitas yang apabila kamu memilikinya, hal itu bisa membuat hidupmu selalu tenang dalam menjalani hidup, dan hanya akan terjadi kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."

Si nenek kemudian menjelaskan 5 Kualitas dari sebuah pensil.

Kualitas Pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup. Hidup ini layaknya sebuah kertas, dan kita adalah sebuah pensil. Sama seperti sebuah pensil yang sebenarnya apabila kita lihat sekilas mungkin tampak biasa, tetapi ketika sebuah pensil menggoreskan hitamnya diatas kertas, pensil itupun dapat menghasilkan sesuatu yang hebat. Hal yang harus kita ingat adalah bahwa pensil itu tidak dapat bergerak sendiri, ada sebuah tangan yang selalu membimbing pensil tersebut.

Sama hal nya dengan hidup kita, mungkin kita terlihat biasa-biasa saja tetapi kita percaya disaat kita berjalan dan berkarya sesuai dengan tuntunan sebuah tangan yaitu tangan Bapa, hidup kita tidak akan pernah menjadi biasa lagi. Karena kita percaya Dia akan selalu mebimbing kita dan kita tahu bahwa Ia selalu ingin menciptakan sesuatu yang baik dan sesuatu yang hebat di dalam kehidupan kita seperti ada tertulis " Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepada mu hari depan yang penuh harapan", yang perlu kita lakukan hanyalah percaya dan mengikuti kemana Tangan tersebut membawa kita.

Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan utuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat di pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali.
Begitu pula dengan kita, sebagai anak anak Allah bukan berarti hidup kita hanya akan mengalami sukacita terus-menerus, tetapi kita akan mengalami hal-hal yang menurut kita tidak seharusnya kita alami. Kejadian" yang entah itu dari orang sekitar kita ataupun dari orang" yang tidak kita kenal. Tetapi hal-hal itulah yang akan membentuk kita menjadi seseorang yang lebih peka dan lebih dengar-dengaran terhadap apa yang Tuhan mau, saat kita menjadi seseorang yang selalu mempercayai dan menaruh sepenuhnya hidup kita di tangan Tuhan, maka saat itulah Tuhan akan menggunakan kita untuk karyanya yang hebat.

Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita untuk mempergunakan penghapus untuk memperbaiki goresan-goresan yang salah. Di dalam kehidupan kita, sebenarnya Tuhan selalu memberikan kita kesempatan untuk apa yang kita pilih dan kita kerjakan, dan saat kita mengambil suatu langkah yang salah, Tuhan tikdak ingin hal tersebut menjadi sesuatu yang mungkin bisa menghambat rencana Tuhan dalam hidup kita. Maka dari itu Tuhan memberikan kita sebuah penghapus. Meminta maaf , berusaha melakukan hal yang terbaik yang paling tidak bisa memperbaiki akibat dari apa yang sebelumnya telah kita timbulkan. Maka dari itu jangan pernah merasa malu atau terlalu sombong untuk memperbaiki kesalahan kita dan meminta maaf. Itu bisa membantu kita untuk tetap tinggal di Jalan Tuhan.

Kualitas keempat,  bagian yang terpeting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Apa yang berada di luar selalu dapat dilihat oleh orang lain, tetapi apa yang di dalam hati lah yang lebih memiliki arti. Karena seperti ada tertulis " Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan". Tidak semua orang pada zaman ini bisa berbuat segala sesuatu nya dengan ketulusan, kebanyakan orang melakukan sesuatu demi mendapatkan balasan. Kita sebagai anak-anak Allah seharusnya bisa menyadari hal-hal yang ada dalam diri kita, minta Tuhan untuk menyelidiki hati kita dan belajarlah untuk bisa melakukan segala sesuatu dengan tulus hati.


Kualitas kelima, sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kita, kita harus sadar kalau apapun yang kita perbuat dalam hidup ini akan meninggalakan sebuah kesan, Adalah merupakan sebuah pilihan apakah kita akan meninggalkan sebuah kesan yang baik/buruk. Tuhan selalu mengajarkan kita supaya berhati-hati dalam bertindak dan berkata-kata. Sebagai anak-anak kesayangan Allah, hendaknya perbuatan dan perkataan kita selalu dapat menyenangkan Dia dan juga mempermuliakanNya. Biarkan semua orang di dunia bisa melihat kemuliaan Allah dalam pribadi kita. Oleh karena itu selalulah berhati-hati dan sadar terhadap semua tindakan yang akan kita lakukan.


===Komentar Penulis :

Cerita ini awalnya sangat sederhana, dan sebisa mungkin gw berusaha untuk dapat menyampaikan dengan bahasa gw sendiri. Sebenarnya menurut gw masih agak berantakan dan beberapa point masih lari dari apa yang ingin gw sampaikan, But this is the proccess! I hope someday gw bakalan menjadi seorang pembicara yang baik sekaligus seorang penulis. Menjadi Public Relationnya Tuhan dengan dunia ini.. hahahaa.. semoga aja sedikit banyak ada berkat yang bisa memberkati kalian semuaaaaa ..

Jesus Loves you :)

No comments:

Post a Comment